Kamis, 06 Oktober 2011

Lingkungan Makro PT. Indofood Sukses Makmur di Australia


1.      Ekonomi
Menurut catatan Bursa Efek Jakarta tahun 1994, PT. Indofood berhasil menguasai 90% pasar mie instant di Indonesia. Sedangkan untuk di Australia, Indofood dengan kategori mie instant berhasil menguasai hingga 70%. Oleh karena itu, harga Indomie di Australia sendiri senilai 69 sen atau kurang lebih Rp. 5700,-. Selain Indomie, Indofood memproduksi sejumlah merek mi instan lainnya, seperti Sarimi dan Supermi. Namun, Indomie menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan dari divisi mi instan Indofood. Pada 2009 lalu, total nilai penjualan mi instan meningkat 7,2 persen menjadi Rp11,68 triliun dari Rp10,90 triliun di 2008. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya volume penjualan dan kenaikan harga pada 2008 dan 2009. Peningkatan penjualan dan turunnya biaya produksi menaikkan marjin laba usaha divisi ini menjadi 11,8 persen pada tahun 2009 dari 4,1 persen pada 2008.
      Sudah bertahun-tahun PT. Indofood bertahan di pasar Australia bahkan begitu digemari oleh warga Australia. Daur hidup produknyapun, tetap berada di puncaknya bahkan mengalahkan mie instant dari negaranya sendiri maupun negara luar lainnya. Tetapi dengan harga Indomie yang begitu tinggi dibandingkan di Indonesia, perusahaan tetap saja harus membayarkan pajak usaha dari keuntungan yang diperoleh perusahaan. Hingga kini, permintaan Australia terhadap produk PT. Indofood tetap meningkat dari tahun ke tahun. Itu yang membuat perusahaan ini bertahan di pasar Australia hingga sekarang.
  1. Sosial dan Budaya
Faktor social dan budaya, menitikberatkan kepada tata nilai dan sikap dari masyarakat. PT. Indofood melihat dan menyesuaikan terlebih dahulu produknya sebelum akhirnya mampu menguasai pasar Australia. Tata nilai dan sikap masyarakat ini akan mempengaruhi gaya hidup masyarakat yang pada gilirannya akan mempengaruhi pada permintaan produk terhadap perusahaan. Dilihat dari budaya Australia yang tidak berbeda jauh dengan Indonesia, serta cita rasa yang telah tertanam di lidah masyarakat Australia dengan lidah Indonesia yang hamper sama, membuat Indofood tidak perlu repot-repot mengubah kemasan atau komposisi pembuatan produknya karena telah sesuai dengan masyarakat Indonesia. Dilihat dari sisi aktifitas masyarakat Australia, mayoritas adalah orang-orang yang sibuk. Yang terlalu focus pada pekerjaan hingga melupakan kepentingan sendiri. Sehingga hal ini menjadi peluang bagi Indofood untuk memasuki pasar Australia.
Barcode Printer
  1. Teknologi
PT. Indofood harus memahami pengaruh perubahan faktor teknologi terhadap kegiatan operasional perusahaan serta pemahaman tentang kemampuan perusahaannya dalam menciptakan produk. Perkembangan teknologi ini, selain dengan menunjang tercapainya tujuan perusahaan dapat juga menjadi ancaman bagi merosotnya produktifitas perusahaan. Perusahaan Indofood yang dibentuk di Australia, pastinya memiliki mesin-mesin canggih untuk memenuhi permintaan masyarakat Australia terhadap Indomie. Teknologi lain seperti internet dan social-network lain juga ditempuh PT. Indofood untuk memasarkan produknya.
  1. Demografi
Pemasaran Indomie dari perusahaan PT. Indofood Sukses Makmur ini menargetkan kepada konsumen dengan rentang usia diatas 3 tahun. Karena akan kurang pantas jika dikonsumsi oleh batita (bayi dibawah tiga tahun) mereka masih membutuhkan asupan gizi yang lebih baik, makanan-makanan bermanfaat bagi pertumbuhan mereka. Tetapi apabila untuk dikonsumsi sekali-kali tidak apa-apa. Dari sisi jenis kelamin, dapat dikonsumsi oleh pria maupun wanita. Dari sisi penghasilan, harga mie instant Indomie sendiri masih cukup terjangkau di Australia biloa dibandingkan dengan rata-rata penghasilan warga mereka per tahun.
  1. Geografi
Gambar 2: Ibu kota negara dan ibukota propinsi di Indonesia; Ibukota nasional dan ibukota negara bagian di Australia
Australia saling berbagi lautan dengan tetangga-tetangganya yang terdekat, yakni Indonesia dan Papua Nugini. Australia terletak di sebelah tenggara Indonesia. Pada titik batasnya yang terdekat, Australia dan Indonesia hanya terpisah beberapa kilometer saja. Pada gambar diatas, terlihat  Ibu kota negara dan ibukota propinsi di Indonesia; Ibukota nasional dan ibukota negara bagian di Australia.
      Dengan letak geografis negara Australia dengan negara Indonesia yang lebih dari sekedar dekat, memudahkan pengiriman (proses eksport-import) produk mie instant dari Indofood menuju ke Australia. Dari segi biaya penyimpanan gudang, biaya transport, bahkan waktu pengirimanpun akan lebih cepat dibanding pengiriman produk ke negara lainnya. Ini pulalah yang membuat permintaan pasar konsumen di Australia semakin meningkat.
  1. Politik dan Hukum
Pengaruh politik dan hukum terhadap industri sapi potong dapat dinilai dari berbagai peraturan maupun kesepakatan berbagai pihak yang terkait, misalnya kesepakatan WTO dan AFTA yang berskala internasional, atau Peraturan Daerah (Perda) yang lingkupnya lebih sempit.
      Hukum dagang PT. Indofood, yang pada awalnya didirikan dengan nama PT. Panganjaya Intikusuma berdasarkan akta pendirian no.228 yang kemudian diubah dengan akta no. 249, dan akta no.171 tanggal 15 november 1994. Tujuan utama didirikannya PT. Indofood adalah memproduksi makanan olahan (khususnya mie instant), pengolahan gandum menjadi tepung terigu, industri makanan terpadu, distribusi, perkebunan, dan pengolahan kelapa sawit.

Lingkungan mikro indofood di australia


Konsumen
Konsumen indomie tidak hanya ada di indonesia saja tetapi berada di australia. Indomie  merupakan makanan kegemaran di autralia, hal ini bisa dilihat dari toko-toko yang selalu kehabisan stok karena permintaan akan indomie di australia cukup banyak. Hal ini juga di dukung oleh kebiasaan masyarakat australia yang membutuhkan makanan cepat saji karena kapadatan jam kerja dan banyaknya netizen.
Di Australia, tahun 2009 indomie dijual dengan harga 25 sen per bungkusnya atau AUD 10 untuk satu kardus berisi 40 bungkus indomie, sedangkan di Amerika Serikat pada tahun 2009, indomie biasa dijual dengan harga 1 dolar per 3 bungkusnya.

9. Indomie sendiri mempunyai 40 macam rasa yang bisa dinikmati, sedangkan pop mie mempunyai 12 macam rasa.

Pesaing

Pesaing indomie di australia adalah  makanan pasta. Tetapi tetap saja indomie dapat lebih unggul karena indomie memiliki ke khasan rasa dan harga yang lebih murah harga 1 dolar per 3 bungkus, dan penyajiannya juga mudah serta cepat.

Channel of distribution
Sekitar 70% dari produk-produk Grup Indofood dalam kemasan eceran didistribusikan
oleh Grup Distribusi, sisanya disalurkan oleh distributor pihak ketiga. Sedangkan
produk-produk dalam kemasan besar (bulk) disalurkan oleh distributor pihak ketiga.
Saat ini, Grup Distribusi melayani sekitar 255 ribu pedagang eceran yang terdaftar
di seluruh Indonesia.

Pemasok
Grup Indofood merupakan perusahaan “Total Food Solutions”, dengan kegiatan usaha
yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan
pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di pasar. Sebagai
perusahaan terkemuka dalam industri makanan olahan di Indonesia, kegiatan operasional
Grup Indofood didukung oleh sistem distribusi yang ekstensif sehingga produk-produknya
sangat dikenal di seluruh nusantara. Produk-produk Grup Indofood antara lain mi instan,
dairy, bumbu penyedap makanan, makanan ringan, makanan bayi, tepung terigu, pasta,
biskuit, minyak goreng, margarin dan shortening. Merek-merek produk Grup Indofood
merupakan merek terkemuka di pasar domestik, dikenal konsumen sebagai produk
berkualitas dengan harga terjangkau dan tersedia di berbagai pelosok Indonesia.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Grup Indofood terbagi atas empat kelompok
usaha strategis, yaitu:
1. Grup Produk Konsumen Bermerek (CBP)
Grup CBP menghasilkan berbagai macam produk makanan olahan dalam kemasan
termasuk mi instan, susu, bumbu penyedap makanan, makanan ringan serta makanan
untuk bayi, anak-anak dan ibu hamil. Grup CBP terdiri dari 5 divisi yaitu Divisi Mi
Instan, Divisi Dairy, Divisi Penyedap Makanan, Divisi Makanan Ringan serta Divisi
Nutrisi & Makanan Khusus, yang didukung oleh Divisi Kemasan.
2. Grup Bogasari
Kegiatan usaha utama grup ini adalah memproduksi tepung terigu. Di samping itu
Bogasari juga memproduksi pasta dan biskuit. Dalam menjalankan kegiatan
operasionalnya, Grup Bogasari didukung oleh unit perkapalan yang terutama
digunakan untuk mengangkut kebutuhan gandum dari luar negeri.
3. Grup Agribisnis
Aktifitas utama grup ini meliputi penelitian dan pengembangan, pembibitan dan
penanaman kelapa sawit, serta pengolahan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/
CPO). Di samping itu grup ini juga memproduksi dan memasarkan minyak goreng,
margarin, dan shortening bermerek. Selain itu, kegiatan usaha grup ini juga meliputi
perkebunan karet, tebu, teh dan kakao.
4. Grup Distribusi
Memiliki jaringan distribusi paling ekstensif di Indonesia. Grup ini mendistribusikan hampir
seluruh produk-produk konsumen bermerek Grup Indofood, dan produk pihak ketiga.

Divisi Mi Instan
Divisi Mi Instan memproduksi aneka ragam mi instan dengan berbagai merek antara
lain Indomie, Supermi, Sarimi, Sakura dan Pop Mie. Masing-masing merek ditujukan
untuk segmen tertentu di pasar, baik segmen atas, menengah maupun bawah dan
ditawarkan dengan kisaran harga yang sesuai dengan segmen pasarnya. Merekmerek
tersebut sudah lama dikenal dan mapan, serta dipandang konsumen sebagai
produk yang berkualitas dengan harga terjangkau dan senantiasa tersedia di berbagai
pelosok Indonesia. Oleh karena itu Grup Indofood merupakan pemimpin pasar di
Indonesia untuk produk mi instan. Sekitar 2% produk mi instan Grup Indofood juga
diekspor ke lebih kurang 50 negara di dunia.
Divisi Mi Instan memiliki 15 pabrik mi instan yang tersebar di seluruh Indonesia -
pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, serta 1 pabrik di Malaysia. Di

Lingkungan mikro indofood di australia


Konsumen
Konsumen indomie tidak hanya ada di indonesia saja tetapi berada di australia. Indomie  merupakan makanan kegemaran di autralia, hal ini bisa dilihat dari toko-toko yang selalu kehabisan stok karena permintaan akan indomie di australia cukup banyak. Hal ini juga di dukung oleh kebiasaan masyarakat australia yang membutuhkan makanan cepat saji karena kapadatan jam kerja dan banyaknya netizen.
Di Australia, tahun 2009 indomie dijual dengan harga 25 sen per bungkusnya atau AUD 10 untuk satu kardus berisi 40 bungkus indomie, sedangkan di Amerika Serikat pada tahun 2009, indomie biasa dijual dengan harga 1 dolar per 3 bungkusnya.

9. Indomie sendiri mempunyai 40 macam rasa yang bisa dinikmati, sedangkan pop mie mempunyai 12 macam rasa.

Pesaing

Pesaing indomie di australia adalah  makanan pasta. Tetapi tetap saja indomie dapat lebih unggul karena indomie memiliki ke khasan rasa dan harga yang lebih murah harga 1 dolar per 3 bungkus, dan penyajiannya juga mudah serta cepat.

Channel of distribution
Sekitar 70% dari produk-produk Grup Indofood dalam kemasan eceran didistribusikan
oleh Grup Distribusi, sisanya disalurkan oleh distributor pihak ketiga. Sedangkan
produk-produk dalam kemasan besar (bulk) disalurkan oleh distributor pihak ketiga.
Saat ini, Grup Distribusi melayani sekitar 255 ribu pedagang eceran yang terdaftar
di seluruh Indonesia.

Pemasok
Grup Indofood merupakan perusahaan “Total Food Solutions”, dengan kegiatan usaha
yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan
pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di pasar. Sebagai
perusahaan terkemuka dalam industri makanan olahan di Indonesia, kegiatan operasional
Grup Indofood didukung oleh sistem distribusi yang ekstensif sehingga produk-produknya
sangat dikenal di seluruh nusantara. Produk-produk Grup Indofood antara lain mi instan,
dairy, bumbu penyedap makanan, makanan ringan, makanan bayi, tepung terigu, pasta,
biskuit, minyak goreng, margarin dan shortening. Merek-merek produk Grup Indofood
merupakan merek terkemuka di pasar domestik, dikenal konsumen sebagai produk
berkualitas dengan harga terjangkau dan tersedia di berbagai pelosok Indonesia.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Grup Indofood terbagi atas empat kelompok
usaha strategis, yaitu:
1. Grup Produk Konsumen Bermerek (CBP)
Grup CBP menghasilkan berbagai macam produk makanan olahan dalam kemasan
termasuk mi instan, susu, bumbu penyedap makanan, makanan ringan serta makanan
untuk bayi, anak-anak dan ibu hamil. Grup CBP terdiri dari 5 divisi yaitu Divisi Mi
Instan, Divisi Dairy, Divisi Penyedap Makanan, Divisi Makanan Ringan serta Divisi
Nutrisi & Makanan Khusus, yang didukung oleh Divisi Kemasan.
2. Grup Bogasari
Kegiatan usaha utama grup ini adalah memproduksi tepung terigu. Di samping itu
Bogasari juga memproduksi pasta dan biskuit. Dalam menjalankan kegiatan
operasionalnya, Grup Bogasari didukung oleh unit perkapalan yang terutama
digunakan untuk mengangkut kebutuhan gandum dari luar negeri.
3. Grup Agribisnis
Aktifitas utama grup ini meliputi penelitian dan pengembangan, pembibitan dan
penanaman kelapa sawit, serta pengolahan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/
CPO). Di samping itu grup ini juga memproduksi dan memasarkan minyak goreng,
margarin, dan shortening bermerek. Selain itu, kegiatan usaha grup ini juga meliputi
perkebunan karet, tebu, teh dan kakao.
4. Grup Distribusi
Memiliki jaringan distribusi paling ekstensif di Indonesia. Grup ini mendistribusikan hampir
seluruh produk-produk konsumen bermerek Grup Indofood, dan produk pihak ketiga.

Divisi Mi Instan
Divisi Mi Instan memproduksi aneka ragam mi instan dengan berbagai merek antara
lain Indomie, Supermi, Sarimi, Sakura dan Pop Mie. Masing-masing merek ditujukan
untuk segmen tertentu di pasar, baik segmen atas, menengah maupun bawah dan
ditawarkan dengan kisaran harga yang sesuai dengan segmen pasarnya. Merekmerek
tersebut sudah lama dikenal dan mapan, serta dipandang konsumen sebagai
produk yang berkualitas dengan harga terjangkau dan senantiasa tersedia di berbagai
pelosok Indonesia. Oleh karena itu Grup Indofood merupakan pemimpin pasar di
Indonesia untuk produk mi instan. Sekitar 2% produk mi instan Grup Indofood juga
diekspor ke lebih kurang 50 negara di dunia.
Divisi Mi Instan memiliki 15 pabrik mi instan yang tersebar di seluruh Indonesia -
pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, serta 1 pabrik di Malaysia. Di